Mempertimbangkan Alasan Resign Kerja yang Tepat

22/09/2023, 16:16 WIB
Artikel dan Ilustrasi ini dibuat dengan bantuan artificial intelligence (AI). Dimohon untuk bijak memanfaatkan informasi. Jika Anda menemukan ada kesalahan informasi atau kesalahan konteks, silakan memberitahu kami ke feedbackohbegitu@gmail.com
Mempertimbangkan Alasan Resign Kerja yang Tepat
Resign kerja (Midjourney)
Penulis: Nadya Paramitha
Editor: Nadya Paramitha

Resign dari pekerjaan adalah langkah penting dalam karir seseorang, dan ada banyak alasan yang bisa mendorong seseorang untuk melakukannya. Namun, tidak semua alasan resign dianggap baik, tepat, atau masuk akal. Dalam artikel ini, kita akan membahas alasan resign yang sebaiknya dipertimbangkan dengan matang, serta memberikan contoh alasan resign yang tepat.

1. Pergantian Karir yang Lebih Baik

Salah satu alasan resign yang baik adalah ketika Anda telah menemukan peluang karir yang lebih baik. Ini bisa berupa pekerjaan baru dengan gaji yang lebih baik, perusahaan yang lebih sesuai dengan nilai-nilai Anda, atau kesempatan untuk bergerak ke industri yang Anda minati. Pergantian karir yang lebih baik adalah alasan yang masuk akal untuk resign karena Anda sedang mencari kemajuan dalam hidup profesional Anda.

Baca juga: Merumuskan dan Menjalankan Resolusi Tahun Baru

Contoh: "Saya telah menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan yang lebih besar dengan gaji yang lebih baik dan peluang pengembangan yang lebih besar."

2. Keseimbangan Hidup dan Kerja yang Lebih Baik

Keseimbangan hidup dan kerja yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Jika Anda merasa pekerjaan Anda saat ini mengganggu keseimbangan ini, maka resign mungkin menjadi langkah yang tepat. Alasan ini dianggap masuk akal karena kesehatan Anda adalah aset berharga.

Contoh: "Saya merasa pekerjaan saya saat ini memakan banyak waktu dan energi, dan saya ingin fokus pada keseimbangan hidup dan keluarga."

Baca juga: Mengungkap Rahasia Kecantikan: Panduan Lengkap Tipe Kulit dan Ciri-cirinya

3. Konflik Nilai dan Budaya Perusahaan

Terkadang, Anda mungkin merasa bahwa perusahaan tempat Anda bekerja tidak sejalan dengan nilai dan budaya pribadi Anda. Alasan resign seperti ini dapat dipahami karena bekerja di tempat yang sesuai dengan nilai-nilai Anda dapat meningkatkan kepuasan dan motivasi.

Contoh: "Saya merasa perusahaan ini tidak lagi mewakili nilai-nilai etis yang saya anut, dan saya ingin mencari lingkungan yang lebih sejalan dengan prinsip-prinsip saya."

4. Tidak Ada Ruang untuk Pengembangan Karir

Resign juga dapat dipicu oleh kurangnya peluang pengembangan karir di perusahaan saat ini. Jika Anda merasa telah mencapai batas potensi di perusahaan Anda dan tidak ada jalan untuk pertumbuhan lebih lanjut, mencari peluang baru dapat menjadi keputusan yang bijak.

Baca juga: Perlengkapan Apa yang Penting Dimiliki untuk Anak Kost?

Contoh: "Saya sudah bekerja di perusahaan ini selama lima tahun dan tidak melihat peluang untuk naik pangkat atau pengembangan karir lebih lanjut."

5. Kesempatan Bisnis Pribadi

Beberapa orang memilih resign untuk mengejar peluang bisnis pribadi atau usaha sendiri. Meskipun ini adalah langkah yang berisiko, ada saat-saat ketika itu adalah alasan resign yang masuk akal, terutama jika Anda memiliki rencana bisnis yang matang dan sumber daya yang cukup.

Contoh: "Saya telah merencanakan usaha sendiri selama beberapa tahun dan merasa inilah saat yang tepat untuk mengambil langkah tersebut."

6. Perubahan Geografis atau Kehidupan Pribadi

Kehidupan pribadi seseorang juga bisa menjadi alasan resign yang masuk akal. Mungkin Anda harus pindah ke kota atau negara yang berbeda karena alasan pribadi seperti keluarga atau pasangan yang memiliki peluang karir di tempat baru.

Contoh: "Saya akan pindah ke luar negeri karena pasangan saya telah menerima tawaran pekerjaan di sana."

7. Kondisi Kerja yang Tidak Sehat

Ketidaksehatan fisik atau mental yang disebabkan oleh kondisi kerja yang tidak sehat dapat menjadi alasan yang sangat masuk akal untuk resign. Kesehatan Anda harus selalu menjadi prioritas.

Contoh: "Saya telah mengalami tingkat stres yang tinggi di tempat kerja ini yang memengaruhi kesehatan saya secara keseluruhan."

8. Pertumbuhan Profesional yang Terhambat

Jika Anda merasa pertumbuhan profesional Anda telah terhambat dalam perusahaan saat ini dan Anda tidak mendapatkan pelatihan atau pengembangan yang Anda butuhkan, ini bisa menjadi alasan resign yang tepat.

Contoh: "Saya merasa saya tidak mendapatkan pelatihan yang diperlukan untuk mengembangkan keterampilan saya di sini."

Alasan resign kerja yang baik, tepat, dan masuk akal dapat bervariasi tergantung pada situasi individu. Namun, langkah ini sebaiknya diambil setelah pertimbangan matang dan dengan perencanaan yang baik untuk masa depan. Selalu ingat bahwa resign adalah keputusan penting yang memengaruhi karir Anda, jadi penting untuk memastikan bahwa alasan Anda benar-benar sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai Anda.

Lifestyle Lainnya