Mengurai Prinsip Dasar Multikulturalisme

13/09/2023, 14:46 WIB
Artikel dan Ilustrasi ini dibuat dengan bantuan artificial intelligence (AI). Dimohon untuk bijak memanfaatkan informasi. Jika Anda menemukan ada kesalahan informasi atau kesalahan konteks, silakan memberitahu kami ke feedbackohbegitu@gmail.com
Mengurai Prinsip Dasar Multikulturalisme
Ilustrasi multikulturalisme
Table of contents
Editor: EGP

MULTIKULTURALISME telah menjadi salah satu pendekatan yang dianut dalam menjunjung tinggi keanekaragaman budaya dan etnis. Pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip dasar multikulturalisme sangat penting untuk membangun komunitas yang harmonis dan inklusif. 

Ada tiga dasar utama multikulturalisme, yakni keyakinan bahwa semua budaya setara dalam nilai dan hak, menghormati hak individu untuk mempertahankan identitas kultural mereka, dan penerimaan variasi budaya tanpa dominasi satu budaya atas yang lain.

Keyakinan bahwa Semua Budaya Setara dalam Nilai dan Hak

Menghargai kesetaraan budaya merupakan landasan utama multikulturalisme. Konsep ini mengajarkan bahwa tidak ada budaya yang superior atau inferior dibandingkan dengan yang lain.

Baca juga: Aleksander Agung: Kehidupan Awal dan Latar Belakangnya

Semua budaya memiliki nilai yang sama dan harus diberi hak yang setara untuk tumbuh dan berkembang. Menurut James Banks, dalam bukunya "Multicultural Education", (2004, hal. 45), setiap budaya memiliki keunikan, nilai, dan tradisi tersendiri yang patut untuk dihargai dan dihormati.

Sayangnya, sejarah telah menunjukkan banyak contoh ketika satu budaya mendominasi yang lain, sering kali mengakibatkan hilangnya identitas dan nilai-nilai budaya asli. Akan tetapi, kesadaran akan pentingnya kesetaraan budaya saat ini semakin tumbuh, memberikan kesempatan bagi setiap budaya untuk berkembang tanpa rasa takut akan dominasi atau penindasan.

Menghormati Hak Individu untuk Mempertahankan Identitas Kultural

Menghormati identitas kultural individu merupakan salah satu prinsip penting dalam multikulturalisme. Setiap individu memiliki hak untuk mempertahankan, mengembangkan, dan mengekspresikan identitas kultural mereka tanpa rasa takut atau rasa malu.

Baca juga: Mengenal Ciri-Ciri Simbolisme

Stuart Hall, dalam "Cultural Identity and Diaspora"  (1990, hal. 225), menekankan bahwa identitas kultural merupakan sumber kebanggaan dan pembeda yang memberikan makna bagi kehidupan seseorang.

Selanjutnya, menghargai identitas kultural seseorang berarti mengakui dan menghormati keanekaragaman yang ada. Hal ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi setiap individu untuk tumbuh dan berkembang dengan bebas.

Sebagai contoh, pendidikan multikultural memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami dan menghargai latar belakang kultural teman-teman mereka, mempromosikan rasa saling menghargai dan pengertian.

Baca juga: Apa Itu Simbolisme: Definisi, Sejarah, dan Fungsinya

Penerimaan Variasi Budaya Tanpa Dominasi Satu Budaya Atas Budaya Lain

Multikulturalisme menekankan pentingnya penerimaan dan penghormatan terhadap variasi budaya. Ini berarti bahwa tidak ada satu budaya pun yang harus mendominasi atau mengesampingkan yang lain.

Richard Shweder, dalam "Why Do Cultures Evolve?" (1986, hal 58), menunjukkan bahwa perbedaan budaya adalah hasil dari evolusi sejarah dan lingkungan yang berbeda, dan setiap budaya memiliki kontribusi yang berharga bagi perkembangan manusia.

Dengan mempromosikan sikap penerimaan, multikulturalisme menciptakan masyarakat yang harmonis di mana setiap anggota memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.

Selain itu, penghormatan terhadap variasi budaya memperkaya kehidupan kita, menambah wawasan dan perspektif yang dapat membantu kita dalam berbagai aspek kehidupan.

Referensi:

James Banks, "Multicultural Education", John Wiley & Sons, 2004.
Stuart Hall, "Cultural Identity and Diaspora", Lawrence & Wishart, 1990.
Richard Shweder, "Why Do Cultures Evolve?", Harvard University Press, 1986.

OhPedia Lainnya